Archives

Nothing much

Hmm just felt like writing something. Even if you have all the skilled motivators and best friends around you to help, but if you don’t turn to Allah, nothing will be solved. That’s a fact.

I kinda have a lot on my mind right now, and just want it all to be settled as soon as possible. Thank you 🙂

Advertisements

in a rush

sometimes we do things because we really understand what it means. but sometimes we just do it out of love, anger, sympathy or just wanting to feel the excitement—namely our emotions. example?

people gathering and doing a demo in front of the station, embassy or any other public place. how would you feel? i bet every passerby would be curious to find put what’s happenin’ ‘aite?

same thing goes for trying to boycott israel’s products and companies. some do it because they really care for palestinians and understand the need to fight back and help. not because of religion, or hatred towards the opposition, but out of respect and because it’s the only humane thing to do. other’s are boycotting because of anger. but a friendly reminder from me, God never taught us to hate others because of their wrongdoings BUT we’re supposed to hate the actions.

so, before you do anything, ask yourself, what am i doing here? am i really here for the people or just wanting to feel like ‘oh, i was there, you guys shoulda seen me shoutin my lungs out~’.

just my two cents, hence no editing. gotta go, have exams tomorrow!

Sedar tak sedar minggu depan dah ada satu test. Sekarang dah start balik lewat, Tanggungjawab makin banyak, kerja pun bertambah… Semoga kita terus kuat untuk harungi hari-hari yang akan datang, insyaAllah 🙂

Tips Bersangka Baik

Nasihat Syeikh Abdul Qadir Al Jailani

Berikut adalah tips dari Syeikh Abdulkadir Al Jailani untuk sentiasa bersangka baik sesama insan.

Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahawa dia lebih baik darimu.
Ucapkan dalam hatimu : “Mungkin kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku”.

Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah (dalam hatimu) : “Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepadaNya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku”..

Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Orang ini memperoleh kurnia yang tidak akan kuperolehi, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah (dalam hatimu) : “Orang ini bermaksiat kepada Allah kerana dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepadaNya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah (dalam hatimu) : “Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, mungkin di akhir usianya dia memeluk Islam dan beramal soleh. Dan mungkin boleh jadi di akhir usia diriku kufur dan berbuat buruk.

 

sumber: adiknya

Penyibuk

Lebih kurang sebulan yang lalu sejak post saya. Sibuk. Hidup seorang pelajar, seorang anak, seorang kakak, seorang adik, seorang kawan. Tiada masa untuk bersuka ria, tiada masa untuk mengalihkan perhatian kepada benda lain.

Saya selalu rasa saya sibuk. Sibuk dengan pelbagai tanggungjawab sampai terlupa kata-kata seorang senior.

“Kita semua hebat-hebat belaka. Kalau tak, kenapa Allah pilih kita untuk berada di sini? Jangan jadikan kesibukan itu alasan untuk mengejar cita-cita dan ibadah. Kalau kita mampu tengok drama di tengah-tengah kesibukan kita, maknanya kita masih ada masa. Bekerja bukan alasan untuk tak belajar. Belajar bukan alasan untuk tak bersuka ria.”

Kita sibuk dengan apa sebenarnya? Adakah ia perkara duniawi, atau sebaliknya? Tapi kita juga perlu ingat, dalam mengejar sesuatu, jangan sesekali lupa pada Ilahi. Tanpa bantuan dariNya, semoga kesibukan kita pada hari ini dirahmatiNya dan ada barakahnya.

Forgive me

I’m about to lose the battle and cross the line
I’m about to make another mistake
And even though I try to stay away
Everything around me keeps dragging me in
I can’t help thinking to myself
What if my time would end today, today, today,
Can I gaurantee that I will get another chance
Before it’s too late, too late, too late

Forgive me
My heart is so full of regret
Forgive me
Now is the right time for me to repent, repent, repent

Am I out of my mind?
What did I do?
Oh, I feel so bad
And everytime I try to start all over again
My shame comes back to haunt me
I’m trying hard to walk away but
temptation is surrounding me, surrounding me
I wish that I could find the strength to change my life
Before it’s too late, too late, too late

Forgive me
My heart is so full of regret
Forgive me
Now is the right time for me to repent, repent, repent

I know, Oh Allah, you’re the most forgiving
And that you’ve promised to always be there
when I call upon you
So now I’m standing here ashamed of
all the mistakes I’ve committed
Please don’t turn me away and hear my prayer
when I ask you to

Forgive me
My heart is so full of regret
Forgive me
Now is the right time for me to repent X3

Maher Zain

Duhai hati…

Pujuklah hati apabila sesuatu yang berbeza dengan kehendak kita berlaku dalam hidup ini. Setiap yang Allah takdirkan pasti ada hikmah dan kebaikannya. Mungkin kita inginkan kesenangan, tapi Allah anugerahkan kesabaran. Kita inginkan keindahan, tetapi Allah kurniakan kebenaran.
Bukankah kesabaran dan kebenaran itu lebih berharga daripada keindahan dan kesenangan?”

 

-ustaz Pahrol Mohamad Juoi-